Online Training Staad Pro Batch 8
Pelajari Staad Pro untuk memahami konsep rekayasa struktur dan menyusun laporan hasil analisis dan desain struktur yang profesional
- Tanggal: 13 - 14 Juni 2026
- Tempat: Online Training / Zoom
- Narasumber: Henry Gunawan
- Durasi: 09.00 – 14.00 WIB
Tentang Event Ini
Workshop ini dirancang untuk civil engineer & structural engineer untuk analisi struktur project, setelah mengikuti seluruh rangkaian webinar ini, peserta diharapkan mampu Membangun model struktur 3D (baja dan beton) secara sistematis di STAAD Pro, Menerapkan beban struktur (gravitasi, angin, gempa) sesuai standar desain yang berlaku, Menjalankan analisis struktur dan menginterpretasikan hasil output secara akurat.
Silabus Training
A. Dasar-Dasar Rekayasa Struktur
– Pengertian dan tujuan rekayasa struktur dalam industri konstruksi
– Jenis-jenis struktur: rangka batang (truss), portal (frame), pelat, cangkang (shell), dan fondasi
– Konsep keseimbangan, stabilitas, dan kekuatan struktur
– Jenis material utama: baja struktural (SNI/AISC), beton bertulang (SNI/ACI), dan komposit
– Standar peraturan desain yang digunakan: SNI 1726 (Gempa), SNI 1727 (Beban), SNI 2847 (Beton), SNI 7860 (Baja)
B. Pengenalan STAAD Pro CONNECT Edition
– Sejarah perkembangan STAAD Pro dan posisinya di industri EPC & konstruksi global
– Perbandingan STAAD Pro vs software struktur lain: SAP2000, ETABS, MIDAS Civil
– Fitur utama STAAD Pro: Analysis Engine, Design Module, Physical Modeler, OpenSTAAD API
– Lisensi dan versi STAAD Pro: Professional, Advanced, CONNECT Edition
– Navigasi antarmuka: Ribbon, Model View, Data Area, Output Viewer, dan Property Panel
– Format file STAAD Pro: .std (model), .anl (analisis), .out (output)
C. Lingkup Kerja Struktur di Industri Konstruksi
– Alur kerja tipikal proyek struktural: Konsep → Preliminary Design → Detail Design → As-Built
– Peran structural engineer di proyek gedung, jembatan, platform industri, dan infrastruktur
– Koordinasi multidisiplin: struktur, arsitektur, MEP, dan geoteknik
– Dokumentasi engineering: calculation sheet, drawing list, dan design basis
D. Alur Kerja STAAD Pro: End-to-End
– Tahap 1 – Pemodelan Geometri: nodes, member, plate, solid – Tahap 2 – Pendefinisian Material dan Properti Penampang (Section Properties) – Tahap 3 – Penetapan Kondisi Batas (Support/Boundary Conditions) – Tahap 4 – Pembebanan (Load Cases & Load Combinations) – Tahap 5 – Menjalankan Analisis (Run Analysis) – Tahap 6 – Post-Processing: membaca dan memvalidasi hasil output – Tahap 7 – Desain Elemen Struktur (Steel/Concrete Design) – Tahap 8 – Penyusunan Laporan Engineering
A. Pengaturan Awal dan Konfigurasi Proyek
– Membuat proyek baru: pemilihan tipe struktur (Space Frame, Plane Frame, Truss, Floor)
– Pengaturan sistem satuan: Metric (kN, m) vs Imperial (kip, ft) dan konversinya
– Pengaturan global: sumbu koordinat, orientasi member, dan unit output
– Pengenalan STAAD Editor: menulis dan membaca command secara langsung
B. Pembuatan Geometri Model
– Input nodes (joint) secara manual, koordinat, dan menggunakan Snap Grid
– Membuat member (beam & column) dengan metode: Add Beam, Repeat, Translational Repeat
– Membuat elemen pelat (plate/shell) dan solid element
– Teknik pemodelan cepat: Copy, Mirror, Move, Rotate, dan Extrude
– Pemodelan Portal 2D dan Frame Struktur 3D bertingkat
– Menghapus, mengedit, dan memvalidasi geometri model
C. Properti Material dan Penampang (Section Properties)
– Database material bawaan STAAD Pro: Baja (A36, A572, BJ37, BJ52), Beton, Aluminium
– Mendefinisikan material kustom: modulus elastisitas (E), Poisson ratio, densitas, koefisien termal
– Assign penampang baja dari Section Database: WF, H-Beam, UNP, CHS, RHS, L-section
– Mendefinisikan penampang kustom (prismatic section) untuk beton: lebar, tinggi, tulangan
– Tapered member: pendefinisian penampang yang berubah sepanjang elemen
– Orientasi member: member beta angle untuk kolom dan balok miring
D. Penetapan Perletakan (Support / Boundary Conditions)
– Jenis-jenis perletakan: Pinned, Fixed, Roller, Spring Support, dan Enforced Displacement
– Cara assign support di STAAD Pro: manual node selection dan mass assign
– Partial fixity dan multi-linear spring untuk pemodelan pondasi elastis
– Kondisi batas khusus: master-slave relationship dan rigid diaphragm untuk lantai bangunan
E. Pendefinisian Beban Struktur (Load Data)
– Konsep Load Case vs Load Combination dalam STAAD Pro
– Beban gravitasi: Self Weight, Nodal Load, Member Load (UDL, Trapezoidal, Concentrated)
– Beban pelat: Pressure Load, Floor Load, dan One-Way/Two-Way distribution
– Beban angin: cara input manual dan menggunakan Wind Load Generator (ASCE/SNI)
– Beban gempa: Response Spectrum Analysis dan Seismic Load Generator (SNI 1726)
– Beban temperatur: Thermal Load dan Pre-stress Load untuk struktur khusus
– Penyusunan Load Combination: LRFD (1,2D + 1,6L) dan ASD sesuai SNI/AISC
F. Pemeriksaan dan Validasi Model
– Pre-Analysis Check: memeriksa duplikasi node/member, member tidak terkoneksi, free nodes – Menggunakan View menu dan Highlight untuk identifikasi masalah geometri – Memeriksa model melalui STAAD Editor: membaca file .std secara langsung – Common modeling errors: incorrect releases, missing supports, dan zero-length members
A. Menjalankan Analisis Struktur
– Jenis analisis yang tersedia di STAAD Pro:
* Linear Static Analysis – untuk beban gravitasi dan beban lateral statik
* P-Delta Analysis – memperhitungkan efek geometri nonlinier
* Dynamic Analysis (Modal & Response Spectrum) – untuk beban gempa
* Buckling Analysis – analisis tekuk elemen tekan
* Steady State & Time History Analysis (pengantar)
– Konfigurasi Run Analysis: memilih tipe analisis dan urutan eksekusi
– Membaca STAAD Analysis Log: memahami pesan error, warning, dan informasi penting
– Iterasi analisis: kapan harus mengulang dan merevisi model
B. Post-Processing: Membaca dan Interpretasi Hasil Output
– Displacement dan Deflection: membaca nilai dan membandingkan dengan batasan layan (L/360, L/240)
– Diagram gaya dalam: Bending Moment Diagram (BMD), Shear Force Diagram (SFD), Axial Force Diagram
– Support Reactions: membaca gaya dan momen pada perletakan untuk desain pondasi
– Plate/Shell Results: stress kontur, principal stress, Von Mises stress
– Member End Forces: membaca gaya ujung elemen untuk verifikasi manual
– Menggunakan STAAD Viewer dan Post-Processing Toolbar untuk navigasi hasil
– Export hasil ke tabel (Excel) dan gambar untuk dokumentasi
C. Parameter Desain Baja (Steel Design)
– Kode desain baja yang didukung: AISC 360, SNI 7860, BS 5950
– Pendefinisian Design Parameter baja: Fyld, Fyd, KY, KZ, LY, LZ, NSF, BEAM, TRACK
– Pemeriksaan kapasitas: Tension, Compression (tekuk), Flexure, Shear, Combined
– Unity Check Ratio (UCR): interpretasi nilai dan elemen yang FAIL vs PASS
– Desain otomatis (Select Optimum Section): STAAD memilih penampang paling efisien
– Verifikasi hasil desain baja secara manual menggunakan formula AISC/SNI
D. Parameter Desain Beton (Concrete Design)
– Kode desain beton yang didukung: ACI 318, SNI 2847, BS 8110
– Pendefinisian Design Parameter beton: FC, FYMAIN, FYSEC, CLT, CLB, MINMAIN, MINSEC
– Desain tulangan longitudinal dan tulangan geser (sengkang) untuk balok
– Desain tulangan kolom: aksial-momen interaksi (interaction diagram)
– Membaca hasil desain beton: luas tulangan yang diperlukan (Ast) per zona elemen
– Detailing tulangan: jarak, diameter, dan jumlah tulangan berdasarkan output STAAD
E. Optimasi dan Revisi Desain
– Mengidentifikasi elemen over-stressed dan under-utilized dari hasil desain
– Strategi optimasi: mengubah penampang, menambah bracing, memperkuat sambungan
– Iterasi desain: alur revisi model → re-run analisis → re-check desain
– Pengaruh perubahan penampang terhadap distribusi gaya (redistribusi beban)
F. Penyusunan Laporan Analisis dan Desain
– Fitur Report Generator bawaan STAAD Pro: memilih konten laporan – Komponen laporan standar: Input Echo, Displacement, Reactions, Member Forces, Design Results – Kustomisasi laporan: menambahkan logo perusahaan, header/footer, dan nomor halaman – Export laporan ke format PDF dan Word untuk distribusi ke klien dan tim proyek – Struktur dokumen laporan engineering yang baik: deskripsi proyek, basis desain, hasil, kesimpulan
